LIPI || Puslit Biologi || Kontak  
Welcome To Official Website -  Digital LIbrary Of Research Center For Biology LIPI
 

 
 

 
 

   
 

Menu Utama









 

Pemesanan

 

Kontak Pustakawan


Lukman
Status YM

Deden
Status YM

Sri Wulan
Status YM

Muthia
Status YM
 
 

Daftar Katalog



Metadata

Monograf
 

Akses E-Journal

 

Akses E-Index

 

Akses E-Magazine


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

SIKLUS HIDUP PARASITOID Brachymeria sp. (HYMENOPTERA: CHALCIDIDAE) PADA INANG Erionota thrax L. (LEPIDOPTERA: HESPERIIDAE)

LENGKONG, MAXI
Tanggal: 11/03/2003

Erionota thrax adalah salah satu hama tanaman pisang yang penting dan dikenal sebagai hama penggulung daun (bananas skipper). Kawarnura (1973) melaporkan bahwa serangan pertama hama penggulung daun pisang terjadi diperkebunan pisang Hawaii pada bulan Agustus 1973; saat ini hama tersebut telah tersebar luas dan rnenyebabkan kerusakan serta kerugian yang cukup berarti di Asia Tenggara terutama di Thailand, Malaysia, Philipina, Guam, India dan Indonesia. Kalshoven (1981) menyatakan bahwa di Indonesia hama ini banyak menyebabkan kerusakan tanaman pisang di Kawasan Timur Indonesia, terutama pada daerah-daerah yang terlindung oleh angin. Akibat serangari E. thrax pada tanarnan pisang dapat menggunduli daun tanaman sehingga menurunkan kualitas dan kuantitas hasil (Berrner, 1975). Sampai saat ini informasi pengendalian terhadap hama penggulung daun pisang belum banyak dilaporkan. Menurut Nakao (dalam Coppel dan Mertins, 1977) tindakan pengendalian secara biologis terhadap hama tersebut sudah pernah dilakukan di Hawaii. Dari penelitiannya yang menggunakan parasitoid telur Ooencyrtus erionotae Fer. (Hymennoptera: Encyrtidae) dan para-sitoid larva Apanteles erionatae Wlk (Hymerioptera: Braconidae) telah memberikan yang cukup baik. Lebih lanjut dijelaskan oleh Nakao dan Kamashiro (dalam Coppel dan Mertin, 1977) penggunaan kedua parasitoid tersebut akan memberikan hasil yang lebih haik jika diguriakan dalam bentuk saling melengkapi. Penggunaan parasitoid sebagai agen pengendali biologis untuk mengendalikan serangga hama merupakan salah satu tindakan yang bijaksana dan cukup beralasan untuk dilaksanakan; sebab menurut Sosromarsono (1977) parasitoid adalah salah satu musuh alami yang umum digunakan dan merupakan faktor utama dalam mengendalikan populasi hama di alam. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Tariauma (1984); Nugroho (1984) dan Sembel (1987) bahwa di Kabupaten Minahasa dan kotamadya Manado, sta-dium telur, larva, dan pupa E. thrax nieiniliki beberapa rnusuh alami, yakni parasitoid yang cukup berpotensi. Lebih lanjut. Nugroho (1984) menyatakan jenis-jenis parasitoid tersebut diidentifikasi kedalam famili Encyrtidae, Chalcididae, Bracoidae, dan Tachinidae.





Source :  Prosiding Lokakarya Pengembangan Entomologi Di Kawasan Timur Indonesia : Dalam Upaya Menunjang Pengendalian Hama Terpadu (Manado, 28-30 Maret 1994). Manado : Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi dan Program NasionalPHT-BAPPENAS., 1994 : p. 211 -